LIKE FANPAGE SUBJECT 09!

ISIS: Arisan Ala Teroris di Seluruh Dunia

Sumber gambar: independent.co.uk

ISIS masih menjadi salah satu topik pembicaraan yang paling hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, kelompok teror ini memiliki pengaruh yang amat besar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, ISIS telah banyak melakukan kerusakan fisik di berbagai tempat dan menghilangkan nyawa orang atas nama “Islam”. Secara tidak langsung, ISIS telah menjadi momok yang mengerikan bagi umat Islam di seluruh dunia, sebab Islam menjadi terdistorsi oleh perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan.

Lantas, apa sebenarnya ISIS dan bagaimana mereka bisa tiba-tiba menjadi “bintang utama” dalam setiap aksi teror dan kejahatan yang telah berlangsung sejak tahun 2011 (awal mula konflik Suriah) silam?

Operasi Sarang Tawon

Setiap badan intelijen di dunia menyadari bahwa ISIS tidaklah muncul dengan serta-merta; ada penciptanya. Sebab, secara logika, tidak mungkin pemberontak-pemberontak sipil itu mendapatkan akses persenjataan yang sedemikian canggih dan beragam. Tidak seperti Taliban yang mengandalkan peralatan seadanya, ISIS justru memiliki berbagai macam senjata yang sudah bisa disetarakan dengan institusi militer, dimulai dari senapan serbu, senapan runduk terkini, roket anti-tank, meriam antiserangan udara, hingga tank!

Pertanyaannya menjadi mengerucut, dari mana ISIS mendapatkan senjata-senjata ini?

Edward Snowden, mantan analis NSA yang masih menjadi buronan Amerika Serikat, menyebutkan bahwa ISIS merupakan hasil dari tangan-tangan intelijen Amerika Serikat dan Israel. Pada tahun 2014, pernyataannya dimuat di Bahrain Gulf Daily News.

Tak hanya Snowden, Blog I-I, blog milik mantan perwira BAKIN, juga menyebutkan bahwa ISIS adalah “anak haram” intelijen AS. “Dalam berbagai analisa dan fakta yang terungkap, ISIS adalah anak haram Amerika Serikat sebagaimana dinyatakan oleh Julian Assange, penelitian Global Research, analisa Seumas Milne, analisa Tom Engelhardt, (dan) pernyataan Trump … ” ungkap penulis Blog I-I.

Dengan munculnya berbagai macam analisis ini, terjawab sudah dari mana ISIS mendapatkan persenjataan dan amunisi. Kelompok teror itu memang sengaja dipelihara dan akan terus dipersenjatai selama kepentingan dari para penciptanya belum tercapai.

Pertanyaan berikutnya adalah kepentingan macam apa yang dimiliki oleh para kreator ISIS?

Dalam sebuah artikel analisis di situs Ramalan Intelijen milik Marsda (purn.) Prayitno Ramelan, disebutkan bahwa ISIS sengaja diciptakan untuk menjadi “sarang tawon” bagi teroris-teroris di seluruh dunia yang mengambil interpretasi ekstrem terhadap Islam. ISIS diciptakan untuk menjadi tempat berkumpulnya teroris. Dengan demikian, badan intelijen di seluruh dunia akan dengan mudah melacak di mana, ke mana, dan siapa-siapa saja yang tergabung dalam kelompok teror tersebut.

Sekilas Seperti Ide yang Bagus, But Nope … Not Really A Good Idea, After All

Ide untuk mengumpulkan teroris pada satu wadah ini memang terkesan brilian, sebab badan intelijen di seluruh dunia menjadi mudah untuk memonitor pergerakan para teroris ISIS dan bisa menghancurkan mereka lebih mudah (karena ngumpul di satu wadah yang sama). Tetapi tidak. Ide yang terkesan brilian itu ternyata tidak benar-benar brilian.

ISIS tidak hanya menjadi tempat para teroris untuk berkumpul, tetapi juga untuk konsolidasi kekuatan. Ini adalah masalah pertama. Pasalnya, para teroris itu tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga DIPERSENJATAI, DILATIH, dan DIDANAI oleh sejumlah negara. Hal ini tentu saja tidak membuat keberadaan teroris menjadi lemah, tetapi menjadi semakin kuat. Akhirnya, ISIS pun menjadi semakin canggih dalam pergerakannya, bahkan sudah bisa menginfiltrasi media sosial, aplikasi chat, hingga internet secara umum; mulai dari infiltrasi yang bersifat terang-terangan hingga yang bersifat anonim (rahasia/tak terlacak).

Fakta tersebut membuat kita menjadi bertanya-tanya pada niat para pencipta ISIS: benarkah mereka menciptakan operasi “sarang tawon” agar mudah menghancurkan teroris? Sepertinya tidak, sepertinya mereka punya agenda lain.

Masalah pertama belum selesai, masalah kedua muncul. Semakin hebatnya ISIS dalam melakukan infiltrasi hampir di seluruh aspek kehidupan, membuat ISIS mampu membangkitkan semangat simpatisan-simpatisan berideologi serupa untuk melakukan aksi teror. Ini merepotkan, sebab simpatisan-simpatisan itu bisa jadi hidup di tengah-tengah kita. Orang-orang ini akan sulit untuk dilacak, sebab ada banyak simpatisan yang secara tidak langsung berhubungan dengan ISIS, hanya terinspirasi dari gerakannya saja.

Itulah kenapa intelijen dan aparat beberapa kali pernah “kecolongan”, karena simpatisan-simpatisan ini memang sulit dilacak, bukan karena institusi aparat kita yang tidak mumpuni. Jangankan kita, Amerika Serikat saja bahkan tidak mampu menangkal simpatisan-simpatisan semacam ini, contohnya seperti Insiden Boston Marathon pada tahun 2013.

Kesimpulannya, operasi “sarang tawon” ini memiliki banyak masalah. Lebih besar mudharatnya daripada manfaatnya.

Langkah Preventif untuk Menangkal Pengaruh ISIS

Untuk mencegah terjadinya teror ISIS lanjutan, biarlah bapak-bapak dan ibu-ibu aparat kita yang bekerja keras melakukannya. Kita harus tetap berdoa dan mendukung semua langkah pencegahan yang telah diambil oleh rekan-rekan di BIN, TNI, maupun Polri.

Sementara itu, langkah preventif yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat awam adalah terus membentengi diri dengan belajar Islam yang baik dan benar, khususnya bila Anda merupakan seorang muslim. Biasakan diri untuk menganalisis semua persoalan agama dari berbagai macam perspektif, sebab ulama tidak hanya satu. Abu Bakar dan Umar bin Khattab saja sering berselisih pendapat soal perkataan Nabi, apalagi ulama yang tak terkoneksi langsung dengan Nabi.

Analisis, periksa, pertimbangkan, barulah kemudian mengambil kesimpulan. Tidak boleh ada yang melewati proses-proses pembelajaran tersebut, sebab pemahaman yang paripurna tidak akan bisa tercapai lewat proses yang prematur.

Akhir kata, belajar Islam bukan hanya belajar tentang tatacara wudhu dan shalat, tetapi juga belajar tentang seluruh aspek kehidupan, termasuk hubungan kita dengan orang lain. Islam diciptakan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Dari fakta tersebut, tidaklah terasa benar jika Islam justru menjadi jalan untuk menjadi perusak.

ISIS bukan Islam.


“Subject 09 apaan sih? Katanya cerita kayak James Bond, tapi dari Kopassus?” Penasaran, langsung baca di bit.ly/s09-00 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Eits, jangan membiasakan diri untuk membajak ya, sayang. _AdminNadia_