LIKE FANPAGE SUBJECT 09!

Dunia Intelijen: Apakah Agen Sehebat Jason Bourne atau James Bond Benar-Benar Ada?


Kita sudah sering menonton film Hollywood. Kita juga sudah sering mendengar CIA disandingkan dengan institusi militer Amerika Serikat, seperti US Army dan Navy SEALs. Kita pun sering mendengar MI6, salah satu badan intelijen Inggris, punya agen-agen ganteng nan jago berantem seperti James Bond. Stereotipe ini lama-kelamaan terbawa ke tanah air; beberapa orang mengira bahwa anggota BIN pasti berasal dari lingkungan militer, jago berkelahi, jago tembak, gagah, dan sebagainya. Gambaran-gambaran seperti ini sayangnya membuat kita menjadi sering salah persepsi terhadap profesi intelijen.

Intelijen–sebagaimana definisinya, yakni kecerdasan–merupakan sebuah aktivitas pengumpulan informasi menggunakan cara-cara yang cerdas. Pada dasarnya, profesi intelijen itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan memukul atau menembak orang di sembarang tempat seperti yang digambarkan oleh film Jason Bourne dan 007. Fokus dari pekerjaan intelijen adalah untuk mengumpulkan informasi, baik dengan cara mengobrol secara empat mata, chatting, survei, pemotretan, atau barter informasi. Selain melakukan pengumpulan informasi, pengolahan data juga diperlukan untuk memudahkan negara/institusi mengambil keputusan, pekerjanya biasa disebut analis.

Jadi, intelijen itu pada dasarnya serupa dengan pekerjaan administrasi. Hanya saja, informasi yang telah dikumpulkan oleh para staf intelijen akan digunakan oleh negara untuk mengambil keputusan. Politik, ekonomi, agama, sosial, geografi, dan semua aspek kehidupan bernegara memerlukan data-data penunjang dari badan intelijen.

CONTOH SEDERHANA: negara ingin membangun pusat seni modern di suatu kota, akan tetapi pemerintah belum mengetahui bagaimana kondisi di kota tersebut. Oleh karenanya, badan intelijen akan mengumpulkan data dari kota terkait, mulai dari budayanya, ideologinya, pola sosialnya, agamanya, ekonominya, dan lain-lain. Seluruh data tersebut akan diterjemahkan untuk menjadi sebuah informasi mengenai cocok atau tidaknya pusat seni modern dibangun di kota terkait, karena bisa saja mayoritas penduduk di kota tersebut kontra terhadap keputusan pemerintah.

Jadi, Apakah Agen Khusus Seperti Jason Bourne Itu Ada?

Kita sudah membahas tentang pekerjaan intelijen SECARA UMUM, namun pertanyaan sebenarnya adalah apakah ada anggota intel yang mirip seperti polisi atau tentara? Membawa senjata? Jago berkelahi? Jawabannya: ada. Akan tetapi, patut diketahui bahwa anggota intel yang punya kemampuan semacam ini merupakan anggota intel khusus, bukan staf biasa. Karena sifatnya khusus, mereka pun punya pekerjaan yang khusus pula, bahkan biasanya bersifat rahasia, terpisah dari institusi resmi, dan tak diketahui oleh staf-staf intelijen biasa.

Contoh kesatuan intelijen yang punya spesifikasi ini misalnya Sandi Yudha Kopassus atau Detasemen 901 Paskhas. Ini pun dianggap sebagai intelijen militer, bukan intelijen sipil. Intelijen militer sendiri memang memiliki tugas yang sedikit berbeda dengan intelijen biasa (sipil). Mereka punya tugas untuk memetakan kekuatan lawan atau merangsak masuk ke daerah musuh atau melakukan pengamatan di daerah-daerah berbahaya. Hal-hal inilah yang membuat mereka diharuskan memiliki kemampuan khusus. Menurut Wikipedia, mereka juga seringkali “dipinjam” oleh BIN untuk menyelesaikan tugas-tugas tingkat tinggi.

Kalau berbicara di ranah CIA, ada yang namanya Special Activities Division atau Special Operations Group yang merupakan divisi khusus untuk menanggulangi tugas-tugas berbahaya. Orang-orang yang bergabung pada divisi ini kabarnya direkrut dari kesatuan-kesatuan paling eksepsional di Amerika Serikat, seperti Delta Force dan DEVGRU. Menurut sumber-sumber bacaan di internet, apabila anggota SAD atau SOG tertangkap di medan lawan, mereka akan menyangkal keterlibatan diri mereka dengan CIA, CIA akan menyangkal mereka, dan negara pun akan menyangkal keberadaan mereka.

Jadi, SAD atau SOG sendiri seakan-akan “memisahkan diri” dari CIA.

Sehingga, jawaban untuk pertanyaan di atas sudah terjawab. Bahwa sesungguhnya, “Jason Bourne” atau “James Bond” itu benar-benar ada di dunia nyata. Hanya saja, kita takkan pernah tahu dan takkan pernah bisa mendeteksi keberadaan mereka, sebab mereka adalah kolektor data yang memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia pada umumnya. Selain itu, patut diingat bahwa eksistensi mereka tentu tidak akan seglamor yang digambarkan oleh Hollywood. Apa yang terpampang pada layar bioskop adalah untuk hiburan semata, bukan menggambarkan situasi yang sebenarnya.

Begitu pula dengan Subject 09.


Belum tahu dan belum pernah baca apa itu Subject 09? Mulai dari sini: bit.ly/s09-00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Eits, jangan membiasakan diri untuk membajak ya, sayang. _AdminNadia_