LIKE FANPAGE SUBJECT 09!

Artikel Spesial Subject 09: Popcon Asia dan Hobi yang Dibayar

Artikel ini keluar sehubungan dengan menyambut konten khusus Subject 09 feat. Popcon Asia di bit.ly/s09-SParade


Sumber: popconasia.com

Ya. Persis seperti judulnya. Popcon Asia dan hobi yang dibayar. Beberapa pembaca mungkin akan bertanya-tanya, apa sih korelasi antara kedua entitas tersebut? Apa pula Popcon Asia? Ya, memang inilah tujuan kami, agar teman-teman mempertanyakan korelasinya.

Akan tetapi, sebelum kami menjawab rasa penasaran teman-teman, ada baiknya kami membuka artikel ini dengan menukil pernyataan walikota Bandung periode 2013-2018, Ridwan Kamil: pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar. Nah, lho! Makin pusing deh, kok jadi nyambungnya ke Ridwan Kamil dan hobi?

Tenang saja, tim Subject 09 memang mau membuat teman-teman semua penasaran, tetapi sebenarnya semua itu saling berkaitan satu sama lain. Mari kita gali satu persatu.

Popcon Asia: Pameran yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Kita akan mulai dari Popcon Asia. Kami akan menjelaskan secara ringkas agar teman-teman pembaca Subject 09 mampu memahami apa itu Popcon Asia secara tanpa harus mengikuti sepak terjangnya sejak awal.

Singkatnya, Popcon Asia adalah sebuah acara tahunan yang sudah berjalan sejak tahun 2012. Setiap tahunnya, Popcon Asia mendapatkan pengunjung-pengunjung baru yang sangat beragam; tak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari luar negeri. Intinya, acara ini makin besar dan heboh setiap tahunnya.

Oh, tidak cuma itu. Selain pengunjung, bintang tamunya pun sangat beragam. Orang-orang yang diundang ke acara ini biasanya orang-orang terkenal di kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika. Bahkan … beberapa pejabat pemerintahan pun sudah beberapa kali datang ke acara ini lho! Contohnya seperti Bu Mari Elka Pangestu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2011-2014) dan Pak Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif).

Nah, sekarang kita tiba di pertanyaan paling krusial: sebenarnya Popcon Asia itu acara apaan sih? Kok bisa seheboh itu?

Sebenarnya sih Popcon Asia itu merupakan acara pameran. Sama seperti pameran mobil atau pameran apartemen, AKAN TETAPI … pada Popcon Asia yang dipamerkan adalah produk-produk kreatif, seperti komik, novel, mainan, game, animasi, film, dan masih banyak lagi.

Intinya, Popcon Asia itu adalah pameran produk-produk hiburan!

Sumber: rollingstone.co.id

Jadi, sekarang teman-teman sudah tahu bahwa barang-barang yang berbau hiburan atau kita anggap sebagai “mainan bocah” itu punya pamerannya sendiri, bahkan diakui oleh pemerintah. Dari sini sebenarnya kita bisa menyimpulkan bahwa hiburan atau hobi itu bukanlah sesuatu yang remeh, namun bisa menjadi komoditas ekonomi suatu negara.

Industri kreatif sendiri punya 16 sektor. Satu sektornya bisa memiliki subsektor yang berbeda-beda. Banyak banget. Dari sini kita bisa membayangkan bahwa negara juga sangat terbantu oleh keberadaan orang-orang yang hidup dari “hobi”.

Kerja Kantoran dan Hobi yang Dibayar

Subtopik ini yang sebenarnya menjadi bahasan utama kita pada artikel ini. Beberapa dari kita mungkin masih terjebak pada stereotipe bahwa “kerja kantoran lebih baik daripada ngejar passion.” Nah, kami ingin sedikit memberikan penjelasan tambahan tentang pemikiran itu.

Benar bahwa kerja kantoran itu baik, lebih pasti, lebih aman, banyak tunjangan. Tetapi tak berarti bahwa orang yang bekerja di luar kantor menjadi tidak baik. Tidak berarti pula bahwa orang yang bekerja karena hobi atau mengejar passion itu tidak baik. Setiap orang punya jalan dan spesialisasinya masing-masing. Selama kita sama-sama bekerja untuk membuat perubahan, mengapa harus saling paksa, dorong, atau bahkan mengucilkan?

Kalau semua orang kerja kantoran, tak ada tukang sampah, sampah numpuk. Kalau semua orang kerja kantoran, tak ada polisi, kriminal merajalela. Kalau semua orang kerja kantoran, tak ada yang mau jadi pekerja kreatif, hidup tak ada hiburan. Jadi setiap profesi dan passion itu punya kebaikan dan saling melengkapi.

Kreativitas itu sama berharganya dengan memahami ilmu eksakta. Jadi, jangan batasi kemampuan orang lain hanya karena ia lebih jago berkreasi dibandingkan menghitung aljabar. Hidup ini adil, maka bersikap adillah pada semua orang.

Oleh karenanya, ayo kita dukung karya saudara-saudara kita setanah air, minimal dengan datang ke Popcon Asia pada tanggal 5-6 Agustus 2017 nanti! Ditunggu ya! 😀

–Tim Subject 09

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Eits, jangan membiasakan diri untuk membajak ya, sayang. _AdminNadia_