LIKE FANPAGE SUBJECT 09!

Seberapa Sering Pertarungan Jarak Dekat Terjadi di Pertempuran Nyata?

Sumber: russiansystema.co.uk

Tak sedikit orang yang membayangkan bahwa personel militer adalah sosok terlatih yang dapat menumbangkan lawan hanya dengan menggunakan tangan kosong. Kamu mungkin termasuk salah satu yang sering membayangkannya. Ditambah, kita sering disuguhkan dengan adegan perkelahian jarak dekat ala militer pada film-film layar lebar, sebagaimana yang terjadi pada film Jarhead 2.

Pertanyaannya adalah seberapa sering anggota militer melakukan pertarungan jarak dekat di arena pertempuran nyata? Seberapa sering personel militer bertemu musuh dari jarak dekat, lalu terlibat baku hantam pada dunia nyata?

Jawaban singkat dari kami adalah SANGAT JARANG. Apa yang kita lihat di layar televisi maupun layar lebar merupakan sebuah wujud entertainment, sebuah rangkaian hiburan untuk membuat audiens tetap duduk dan tertarik dengan pertunjukkan yang tengah disuguhkan. Ini bukan abad pertengahan, tidak ada lagi pertempuran antara ksatria vs ksatria dari jarak dekat. Pertempuran modern sangat bergantung pada senjata api–bahkan teroris pun menggunakan senjata api, itu artinya hampir seluruh pertempuran yang terjadi selama beberapa dekade terakhir dilakukan dari jarak jauh.

Jon Davis, veteran US Marines yang pernah bertugas di Iraq juga menyatakan hal yang sama. Ia menyatakan bahwa dalam seluruh rangkaian peperangan yang terjadi selama ia bertugas, ia hanya mendengar lima pertempuran jarak dekat menggunakan pisau. Itu jumlah yang terakumulasi sepanjang peperangan yang berlangsung selama beberapa tahun.

Meski demikian, Jon maupun beberapa veteran Amerika Serikat lainnya tidak memungkiri fakta bahwa pertempuran jarak dekat tetap terjadi meskipun terbilang sangat jarang. Ada kondisi-kondisi tertentu di mana para personel militer harus melakukan pertempuran jarak dekat pada arena peperangan di dunia nyata. Contohnya seperti yang terjadi pada CSM (versi TNI: Sersan Mayor) Robert Prosser pada pertempuran di Mosul, Iraq, tahun 2005.  Prosser kehabisan peluru dan ia bertekad untuk menangkap hidup-hidup seorang pemberontak. Ia pun meninju wajah sang pemberontak dan mengunci posisi sang pemberontak agar dapat dibekuk oleh personel militer yang lain. Pemberontak itu tentu saja aset yang berharga karena memiliki banyak informasi.

Kasus serupa terjadi pada Kopral Clifford Wooldridge di Afghanistan. Ia berkelahi dengan seorang anggota Taliban. Karena terlalu sengit, ia pun merenggut pistol milik sang Taliban dan menghantamkan gagang pistol tersebut ke kepala sang Taliban hingga tewas. Kisah ini merupakan bukti bahwa pertarungan jarak dekat terjadi di dunia nyata dan sistem beladiri militer menyelamatkan personel yang menggunakannya.

Dari beberapa pemaparan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kasus pertempuran jarak dekat pada arena peperangan di dunia nyata merupakan kasus yang sangat langka. Meski demikian, para personel militer tetap harus mempersenjatai diri dengan beladiri–baik dengan tangan kosong maupun senjata jarak dekat–apabila diperlukan, sebagaimana kasus Robert Prosser dan Clifford Wooldridge di atas. Kejadian yang sangat langka bukan berarti kejadian itu menjadi nihil sama sekali.

Bagaimana dengan Subject 09 sendiri? Tampaknya Subject 09 menyisipkan banyak adegan perkelahian, bukan begitu? Ah, Subject 09 itu hanya fiksi belaka. Kalau banyak adegan berantem ya itu hanya untuk menghibur audiens. Hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Eits, jangan membiasakan diri untuk membajak ya, sayang. _AdminNadia_