LIKE FANPAGE SUBJECT 09!

Mubarizun: “Delta Force” di Era Khilafah Rasyidin

SF
Sumber: scout.com dan syarul.deviantart

Pasukan khusus atau pasukan elit adalah istilah yang melekat dengan dunia kemiliteran modern. Jika kita berbicara tentang pasukan khusus, yang terbayang di benak kita adalah pasukan-pasukan abad ke-20 seperti SAS, Kopassus, Sayeret Matkal, US Navy SEALs, US Delta Force, Spetsnaz, dan lain-lain. Namun, tahukah kamu bahwa pada era kuno pun sebenarnya ada pasukan yang dianggap “khusus” karena jumlahnya yang kecil dan kemampuannya yang setara dengan ribuan tentara reguler? Jika belum tahu, maka kamu harus berkenalan dengan salah satunya, yakni Mubarizun.

Apa itu Mubarizun? Mubarizun adalah pasukan elit milik Rasyidun Army atau tentara resmi kekhilafahan Rasyidin yang terdiri dari para jawara muslim. Jumlahnya sangat kecil, hanya terdiri dari ratusan prajurit, namun sejarah mencatat bahwa Mubarizun adalah pasukan yang sangat efektif. Spesialisasi mereka adalah melibas para jawara dari pihak lawan seperti yang terjadi pada Perang Ajnadayn; mereka membunuh dua jenderal penting pasukan Byzantium dan beberapa jawara lain. Pasukan ini dikomandoi langsung oleh panglima Rasyidun Army, yakni Jenderal Khalid ibn Walid yang terkenal mumpuni akan strateginya.

Salah satu tokoh yang cukup terkenal dari pasukan elit Mubarizun ini adalah Zarrar ibn Azwar. Ia terkenal sebagai prajurit badass yang lebih suka bertempur tanpa baju zirah. Dialah orang yang membuat dua jenderal dan beberapa orang lainnya dari pasukan Byzantium meregang nyawa pada Perang Ajnadayn. Sejarah mencatat bahwa sebelum ia bertempur dengan beberapa individu jagoan dari pasukan Byzantium, ia berseru, “Aku adalah kematian bagi orang berkulit pucat, aku adalah pembunuh orang-orang Ruum, aku adalah momok menakutkan yang dikirim untukmu, aku adalah Zarrar ibn Azwar!” Setelah itu ia bertempur dengan beberapa orang dan mengalahkan orang-orang itu, sendirian.

Kisah Zarrar ibn Azwar ini bahkan diabadikan sebagai 6 kisah individu militer paling cool sepanjang masa pada situs Cracked.

Selain ditugaskan untuk melibas orang-orang penting di pihak lawan, Mubarizun juga memiliki tugas untuk mengamati dan mengintai kondisi musuh sebelum pasukan utama melakukan penyerangan. Tugas ini biasanya dinamakan reconnaissance atau cukup disingkat recon. Pada dunia kemiliteran modern, tugas recon ini biasanya diemban oleh pasukan khusus. Kalau dari Indonesia kita bisa melihat contohnya seperti Taifib atau Tontaipur, kalau dari luar negeri contohnya seperti Delta Force atau US MARSOC. Sama seperti unit-unit modern tersebut, Mubarizun juga dianggap sangat elit pada masanya, hanya orang-orang terpilih yang benar-benar bisa masuk Mubarizun.

Pada Perang Yarmuk, Mubarizun juga memiliki cerita yang sangat menghebohkan Byzantium. 400 orang pasukan Mubarizun harus melawan ribuan tentara Byzantium sebelum pasukan reguler dari Rasyidun Army datang. Banyak yang mati syahid pada peperangan sengit tersebut, namun pada umumnya Mubarizun berhasil menahan laju pasukan Byzantium. Seelit itulah kemampuan tempur mereka. Jumlahnya sedikit, namun kemampuannya sangat menakutkan.

Kesimpulannya, Mubarizun adalah segelintir bukti bahwa era kuno telah mengenal pasukan dengan kemampuan khusus. Lawannya bahkan bukan lawan yang enteng, tetapi sekelas Byzantium! Byzantium adalah superpower di masa itu, sama seperti Amerika Serikat di masa sekarang. Menantang Byzantium berarti menantang negara adidaya, risikonya adalah kehancuran. Tetapi, begitulah Mubarizun, pasukan khusus di masa lampau.


 

Sedang senggang? Baca cerita kami, mata-mata Nusantara, di sini: bit.ly/s09-00

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Eits, jangan membiasakan diri untuk membajak ya, sayang. _AdminNadia_