LIKE FANPAGE SUBJECT 09!

Pasukan Khusus dan Beladiri Khusus

tni beladiri pasukan khususKamu yang menyukai dunia militer dan intelijen Indonesia pasti sudah tahu bahwa prajurit-prajurit terpilih seperti Kopassus, Paskhas, dan Kopaska dilatih dengan berbagai macam bentuk beladiri, seperti Karate, Kung Fu, Yong Moo Do, Taekwondo, Wushu, Tinju, hingga beladiri lokal seperti Merpati Putih. Pada promotional video Kopassus pun digambarkan seperti demikian; prajurit-prajurit Kopassus, khususnya yang masuk kualifikasi Sandi Yudha (intelijen), harus mampu menguasai berbagai macam beladiri. Namanya juga pasukan khusus dan petugas intelijen, kalau tidak bisa berkelahi nanti bisa disekap musuh dengan sangat mudah. Untuk mengetahuinya lebih jelas, coba tonton video berikut:

Selama ini, kita mungkin sering bercerita kepada teman-teman sejawat bahwa pasukan khusus Indonesia menguasai beladiri-beladiri keren seperti Yong Moo Do dan Merpati Putih. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa sebenarnya prajurit-prajurit terpilih negara juga mengenal beladiri-beladiri khusus yang bahkan kamu sendiri tidak tahu bahwa beladiri itu ada?

Benar, pasukan khusus di Indonesia sebenarnya juga dilatih beladiri-beladiri mematikan yang tak umum dikenal oleh masyarakat Indonesia. Den-Bravo misalnya, detasemen khusus milik Paskhas ini dikabarkan menguasai beladiri paling mematikan di Rusia, yakni Systema. Di Rusia sendiri, Systema tidak diajarkan kepada semua anggota militer, kabarnya pasukan khusus sekaliber Spetsnaz-lah yang dilatih dengan beladiri ini.

Beda lagi dengan Kopassus. Mengutip dari pernyataan Wikipedia Grup 3/Sandi Yudha dikatakan bahwa, “Beberapa personel terpilih dari grup ini dikirim lagi untuk sekolah ke Pusat Pendidikan Intelijen Militer di luar negeri seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris bahkan Israel.”

Melihat dari pernyataan ini, besar kemungkinan prajurit Kopassus yang terpilih juga memperkuat diri dengan beladiri-beladiri khusus yang biasa dipelajari oleh intelijen militer AS, Jerman, dan Israel. Krav Maga, misalnya. Tak hanya di Israel, beladiri ini kabarnya juga populer di kalangan Navy SEALS dan CIA. Mungkin saja kan, tak menutup kemungkinan.

Tak berhenti sampai di sana. Ada pula sebuah kisah dimana seorang prajurit Kopassus berhasil menaklukkan pelatih Karate yang jauh-jauh datang dari Jepang! Kisah ini terjadi di tahun 60-an, waktu itu Kopassus masih bernama RPKAD. Entah bagaimana detilnya, tetapi kita bisa melihat bahwa petarung-petarung pasukan khusus memang memiliki wawasan beladiri yang sangat luas.

Nah, lantas kenapa sih pasukan khusus memperkaya diri dengan berbagai macam jenis beladiri? Namanya saja pasukan khusus, mereka adalah anak-anak terbaik yang sudah semestinya memiliki wawasan lebih daripada teman-temannya yang lain. Mempelajari berbagai jenis beladiri, apalagi dari luar negeri, bukan berarti tidak nasionalis dan tidak cinta terhadap beladiri lokal, akan tetapi hal tersebut akan membuka cakrawala para prajurit tentang ciri khas beladiri lain. Jangan lupa, inti dari beladiri adalah adaptasi. Pemenang tidak ditentukan oleh style, tapi yang paling pandai beradaptasi dengan lawan.

Dan hal itu menjadi tanda bahwa ……. JANGAN SEKALI-KALI NANTANGIN PRAJURIT PASUKAN KHUSUS UNTUK BAKU HANTAM kalo nggak mau masuk rumah sakit. Hehehe. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Eits, jangan membiasakan diri untuk membajak ya, sayang. _AdminNadia_